Tari Tupping Pesisir.Seni topeng yang dulunya banyak menekankan unsur-unsur magis-simbolik-filosofis ekspresi topeng dan persyaratan yang rumit dan berbau mistik perlahan-lahan dihilangkan. Karya tari ini tidak mengangkat mengenai unsur mistik, namun karya ini mengangkat tentang ritual“Tupping“ yang dikenal sakral dan memiliki kekuatan magis oleh masyarakat Lampung. Mantra yang dibaca dalam ritual yaitu:
“Tukok lemoh, tukokni Batin Ratu najin di lawok akhong. Najin di lawok akhong ku selom sapa niku woi. Ngalu-ngalu di jambat, sanak liyu wat ukhus sapa liyu kusambat. Sapa liyu kusambat woi, nyak ngulih-ngulih niku woi”. Artinya : “Kaki yang lemah, kakinya Batin Khatu walau di laut hitam. Walau di laut hitam ku selam siapa kamu woi. Bertemu-temu di jembatan, anak lewat ada keperluan siapa kamu kutegur. Siapa kamu kutegur,


